Selasa, 28 Mei 2024
Nasional

YTI Sukses Gelar Seminar Nasional Rahasia Karantina Hafal Qur’an Sebulan

Sentul(JBN) – Yayasan Tahfidz Indonesia (YTI) bersama Pondok Pesantren Karantina Tahfidz Nasional sukses menggelar seminar nasional 2023 “Rahasia Karantina Hafal Qur’an Sebulan” yang berlokasi hybrid di Hotel Neo+ Green Savana Sentul City, Kabupaten Bogor pada hari Sabtu, (19/11/2023)

Seminar ini dihadiri oleh 4 narasumber sekaligus yaitu DR.KH. Ahsin Sakho Muhammad MA. Al-Hafizh, Ust.H. Ma’mun Al-Qurthuby. M. Pd. Al-Hafizh, Prof.Dr.K.H. Diddin Hafihuddin. Al-Hafizh, Ust. Yadi Iryadi. S.Pd. Al-Hafizh dan dihadiri kurang lebih 200 peserta.

Seminar ini menjadi sarana untuk meningkatkan gairah Umat Islam untuk membaca, menghafal dan menghayati Al-Qur’an serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan semata-mata mampu menghafalkan dan paham setiap ayat Al-Quran, melainkan bagaimana menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut sebagai pedoman dan tuntunan dalam membangun akhlak dan sifat dari penghafalnya.

Dalam sambutannya Pimpinan Yayasan Tahfidz Indonesia Ustadz Wahyuddin Hasan Abdul Wahid berkata “Allhamdullilah pada hari ini Yayasan Tahfidz Indonesia telah melakukan Seminar Nasional bongkar rahasia karantina menghafal Al-Qur’an 30 juz dalam sebulan, jadi kami berharap insyaallah program ini akan berkesinambungan, kita hari ini program perdana di Sentul City. Insyaallah mudah mudahan Yayasan Tahfidz Indonesia bersama Yayasan Karantina Tahfidz Nasional akan membuka di setiap provinsi di seluruh Indonesia atau bahkan di setiap kabupaten,” Ungkapnya dihadapan awak media.

Prof.Dr.KH. Diddin Hafidhuddin, M.Sc., Al-Hafidz menyampaikan bahwa pelaksanaan seminar kali ini merupakan salah satu bentuk refleksi rohani serta sarana untuk memperkuat ilmu agama terutama ilmu Al-Qur’an.

“Acara ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari Al-Qur’an lebih dalam. Semoga kegiatan ini dapat semakin menggugah semangat para pegiat dan pecinta Al-Qur’an untuk meningkatkan potensi yang dimiliki, khususnya di bidang tafsir sehingga dapat memahami dan menafsirkan Al-Quran untuk kemudian membumikan Al-Qur’an sebagai pijakan hidup yang menyentuh segala aspek kehidupan,” pungkasnya.

Dalam pemaparannya Ust.H. Ma’mun Al-Qurthuby. M. Pd. Al-Hafizh meliputi purpose, tajwid, kesehatan, dan metode.
“Cara yang bisa kita lakukan yaitu membagi beberapa ayat menjadi beberapa bagian terlebih dahulu, walaupun kita sudah dipermudah dengan tanda waqaf dan sebagainya tetapi terkadang tanda waqaf itu juga masih terlalu panjang bagi nafas kita dan untuk kita strategikan menjadi hafal. hafalan itu berangsur angsur atas satu buah kata menjadi satu kalimat,” Tutupnya.

Acara seminar yang ditutup dengan kegiatan sholat dzuhur berjama’ah serta makan siang bersama.( Red )



Baca Juga