Oplus_131072 
Centralnews24 -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Bapak Sastra Winara, bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, telah menghadiri undangan penting dalam agenda “Harmonisasi Perencanaan dan Implementasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Perbatasan.”
Acara strategis ini merupakan wadah kolaboratif yang menyoroti komitmen pemerintah untuk mengubah wilayah perbatasan menjadi simpul-simpul pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Kehadiran Bapak Sastra Winara dan Forkopimda Kabupaten Bogor menegaskan peran aktif Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung kebijakan percepatan pembangunan di wilayah perbatasan. Agenda ini semakin diperkuat dengan kehadiran tokoh-tokoh kunci di tingkat nasional dan provinsi, termasuk:
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bapak Bima Arya Sugiarto.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi, Bapak Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si.
Keikutsertaan para pimpinan ini menjadi indikasi kuat bahwa isu pembangunan ekonomi di wilayah perbatasan telah menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional dan daerah.
Tiga Pilar Utama Percepatan Ekonomi
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sastra Winara menyambut baik fokus utama yang diusung dalam harmonisasi ini, yakni melalui tiga pilar strategis:
Pengembangan Infrastruktur: Memastikan konektivitas yang memadai untuk mendukung kelancaran distribusi barang, jasa, dan mobilitas penduduk.
Pengembangan Ekonomi melalui UMKM: Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi rakyat di wilayah perbatasan.
Peningkatan Kerja Sama Antar Pemerintah Daerah: Memperkuat sinergi lintas batas administrasi untuk mengatasi tantangan bersama dan mengoptimalkan potensi regional.
”Kehadiran kami dalam forum ini adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengintegrasikan perencanaan pembangunan kami dengan strategi pusat dan provinsi,” ujar Bapak Sastra Winara. “Wilayah perbatasan bukan lagi sekadar garis batas, melainkan harus menjadi etalase kemajuan yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.”
Diharapkan, hasil dari harmonisasi perencanaan ini dapat segera diimplementasikan secara konkret di lapangan, sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah perbatasan.(***)